Miokarditis : Penyebab dan Gejala Dalam Dunia Kesehatan

Miokarditis menyebabkan detak jantung tidak normal dan dapat mengakibatkan komplikasi berupa stroke

sumber gambar : sehatq.com

Miokarditis adalah suatu peradangan yang terjadi pada otot jantung (miokardium). Otot jantung berperan dalam memompa darah menuju seluruh organ tubuh. Alhasil kinerja jantung terganggu, yaitu aliran darah menuju jantung melemah dan tidak normalnya intensitas denyut jantung. Tak heran jika pasien mengalami sesak napas, nyeri dada, dan irama jantung tidak stabil. Apabila permasalahan ini tidak ditindaklajuti berakibat pada aliran darah dalam tubuh tidak mencukupi dan berdampak fatal, meliputi stroke dan jantung. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tahu mengenai gejala miokarditis sebagai salah satu langkah untuk menindaklanjutinya.

Sejujurnya penyebab penyakit ini belum terdeteksi dengan jelas. Namun ada beberapa hal yang menjadi pemicu berdasarkan sumber alodokter.com, seperti uraian di bawah ini.

  1. Obat-obatan

Obat yang anda konsumsi tanpa resep dari dokter atau penyalahgunaan obat-obatan dapat menimbulkan reaksi keracunan dan alergi hingga mengakibatkan miokarditis. Obat yang dimaksud termasuk obat-obatan antikejang, kemoterapi, serta antibiotik baik itu penisilin atau sulfonamida.

  1. Penyakit autoimun

Ternyata penyebab penyakit ini juga dapat ditimbulkan akibat autoimun yaitu lupus dan rheumatoid arthritis.

  1. Zat radiasi atau bahan kimia

Anda sebaiknya berhati-hati agar diusahakan untuk tidak terpapar zat radiasi atau zat berbahaya lainnya, contohnya karbon monoksida.

  1. Parasit

Umumnya jenis parasit yang menyebabkan penyakit ini adalah Toxoplasma dan Trypanosoma.

  1. Virus

Adenovirus merupakan virus yang paling umum menjadi penyebab penyakit ini. Virus ini biasanya menyebabkan penderita pilek. Adapun ada beberapa virus lain yang menyebabkan miokarditis, contohnya Coxsackie, Parvovirus, Citomegalovirus, Herpes simplex virus, echovirus (penyebab infeksi saluran pencernaan), rubella, Eipsten-Barr virus (penyebab mononukleosis), HIV, serta Hepatitis C dan B.

  1. Bakteri

Ada beberapa bakteri yang mengakibatkan penyakit ini, diantaranya Treponema, Clamidia, Streptococcus, Clostridia, Corynebacterium diphtheriae (penyebab penyakit difteri), Micoplasma, Mycobacteria, Meningococci, dan Staphilococcus (penyebab impetigo, MRSA). 

  1. Jamur

Dikutip dari hellosehat.com, ada beberapa infeksi jamur. Misalnya hitoplasma, aspergillus, dan candida. Hal ini akan menimbulkan peradangan. Khusunya bagi pasien yang memiliki sistem immune buruk.

Sesuai referensi dari alodokter.com, penyakit miokarditis ringan akan lebih mudah sembuh daripada golongan yang sudah berat. Golongan ringan akan mudah diatasi baik dengan atau tidak melakukan perawatan. Hal ini tidak berlaku jika sudah tergolong berat. Jika penyakit tidak mendapatkan perawatan maka akan terjadi penggumpalan darah yang dapat berefek pada komplikasi. Begitu juga dengan gejala miokarditis yang dialami oleh penderita yang mana cukup bervariasi tergantung pada penyebabnya. Apabila peradangan masih ringan maka gejala yang ditimbulkan tidak ada. Peradangan akan terjadi dalam otot jantung kemudian akan sembuh dengan sendirinya. Berbeda dengan peradangan berat, akan muncul diantaranya sebagai berikut.

  1. Nyeri di dada
  2. Mual dan muntah
  3. Nafsu makan menurun
  4. Sesak napas
  5. Kelelahan
  6. Gagal jantung kongestif
  7. Detak jantung tidak normal
  8. Penurunan kesadaran
  9. Mengalami pembengkakan pada kaki, tungkai, vena leher, dan sendi

Adapun beberapa hal yang menjadi indikasi penyakit ini yang diakibatkan oleh virus menurut sehatq.com, meliputi.

  1. Diare
  2. Sakit kepala
  3. Demam
  4. Nyeri pada sendi
  5. Sakit tenggorokan

Apakah gejala seperti yang di atas juga dialami oleh bayi atau anak? Ini semua tidak dapat dijamin secara langsung oleh dokter. Hal ini karena dokter perlu melakukan beberapa pemeriksaan langsung untuk memastikannya. Namun umumnya gejala miokarditis yang dialami oleh bayi dan anak-anak seperti di bawah ini.

  1. Nyeri sendi
  2. Batuk kronis
  3. Demam
  4. Ruam
  5. Diare
  6. Kehilangan nafsu makan
  7. Sakit di bagian perut
  8. Lemas
  9. Kesulitan dalam bernafas
Read More